Free Frog 15 Cursors at www.totallyfreecursors.com
Me and About Accounting: Artikel
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Akuntansi Modern


      Jantung akuntansi keuangan modern ada pada sistem pembukuan berpasangan. Sistem ini melibatkan pembuatan paling tidak dua masukan untuk setiap transaksi: satu debit pada suatu akun, dan satu kredit terkait pada akun lain. Jumlah keseluruhan debit harus selalu sama dengan jumlah keseluruhan kredit. Cara ini akan memudahkan pemeriksaan jika terjadi kesalahan. Cara ini diketahui pertama kali digunakan pada abad pertengahan di Eropa, walaupun ada pula yang berpendapat bahwa cara ini sudah digunakan sejak zaman Yunani kuno.


DEWI SARASWATI

     DEWI SARASWATI


Saraswati adalah dewi yang dipuja dalam agama weda. Nama Saraswati tercantum dalam Regweda dan juga dalam sastra Purana (kumpulan ajaran dan mitologi Hindu). Ia adalah dewi ilmu pengetahuan dan seni. Saraswati juga dipuja sebagai dewi kebijaksanaan.
     Dalam aliran Wedanta, Saraswati di gambarkan sebagai kekuatan feminin dan aspek pengetahuan sakti —dari Brahman. Sebagaimana pada zaman lampau, ia adalah dewi yang menguasai ilmu pengetahuan dan seni. Para penganut ajaran Wedanta meyakini, dengan menguasai ilmu pengetahuan dan seni, adalah salah satu jalan untuk mencapai moksa, pembebasan dari kelahiran kembali.
    Dewi Saraswati digambarkan sebagai sosok wanita cantik, dengan kulit halus dan bersih, merupakan perlambang bahwa ilmu pengetahuan suci akan memberikan keindahan dalam diri. Ia tampak berpakaian dengan dominasi warna putih, terkesan sopan, menunjukan bahwa pengetahuan suci akan membawa para pelajar pada kesahajaan. Saraswati dapat digambarkan duduk atau berdiri diatas bunga teratai, dan juga terdapat angsa yang merupakan wahana atau kendaraan suci darinya, yang mana semua itu merupakan simbol dari kebenaran sejati. Selain itu, dalam penggambaran sering juga terlukis burung merak.
Dewi Saraswati digambarkan memiliki empat lengan yang melambangkan empat aspek kepribadian manusia dalam mempelajari ilmu pengetahuan: pikiran, intelektual, waspada (mawas diri) dan ego. Di masing-masing lengan tergenggam empat benda yang berbeda, yaitu:
  • Lontar (buku), adalah kitab suci Weda, yang melambangkan pengetahuan universal, abadi, dan ilmu sejati.
  • Genitri (tasbih, rosario), melambangkan kekuatan meditasi dan pengetahuan spiritual.
  • Wina (kecapi), alat musik yang melambangkan kesempurnaan seni dan ilmu pengetahuan.
  • Damaru (kendang kecil).
     Angsa merupakan semacam simbol yang sangat populer yang berkaitan erat dengan Saraswati sebagai wahana (kendaraan suci). Angsa juga melambangkan penguasaan atas Wiweka (daya nalar) dan Wairagya yang sempurna, memiliki kemampuan memilah susu di antara lumpur, memilah antara yang baik dan yang buruk. Angsa berenang di air tanpa membasahi bulu-bulunya, yang memiliki makna filosofi, bahwa seseorang yang bijaksana dalam menjalani kehidupan layaknya orang biasa tanpa terbawa arus keduniawian.
Selain angsa, juga sering terdapat merak dalam penggambaran Dewi Saraswati, yang mana adalah simbol dari kesombongan, kebanggaan semu, sebab merak sesekali waktu mengembangkan bulu-bulunya yang indah namun bukan keindahan yang abadi.



Belajar Setiakawan dari Seekor Semut

  Disore hari yang mendung kala itu , ada segerombolan semut yang menempel di ubin tempat saya bekerja. Pada saat itu saya tidak sengaja menginjak semut tersebut, merasa kaki sudah dikerumuni semut semut akhirnya saya bersihkan kaki saya dari semut2 tersebut. Sepintas saya melihat ada seekor semut yang terkena injakan kaki saya, saya pun teringat apa yang di katakan oleh dosen mku saya pada waktu itu, bahwa semut adalah hewan yang tidak akan membiarkan temannya mati /  teraniaya di sembarang tempat. Maka pada saat itu saya pun mengamati gerak gerik dari semut yang lain terhadap semut yang terinjak kaki saya sebelumnya.
 Ternyata benar apa yang dikatakan dosen saya. perlahan lahan teman2 dari semut tersebut menghampiri semut yang terinjak kaki saya sebelumnya, mereka pun mempunyai gelagat untuk menolong temannya tersebut dan lama kelamaan semut yang sudah tidak berdaya dibawa ke suatu tempat oleh teman2nya. meskipun saya tidak tahu dibawa kemana semut yang sudah tidak berdaya tadi, tapi saya memperoleh suatu pelajaran berharga dari hewan kecil ini yaitu nilai2 kesetiakawanan yang ada antara sesama semut tersebut.
Alangkah indahnya jika Manusia mau berpikir bahwa didunia ini mereka tidak akan mampu untuk hidup sendiri.
kalau bisa hidup berdampingan kenapa harus hidup terpisah, kalau bisa hidup damai kenapa harus hidup dalam kerusuhan ?
:) :) :)


lifestyle.kompasiana.com/.../belajar-arti-kesetiakawanan-pada-seekor-


Powered by Blogger widgets